Ad Code

Responsive Advertisement

SUDUT PANDANG BESERTA CONTOHNYA

SUDUT PANDANG

Sudut pandang adalah cara pengarang menempatkan dirinya terhadap cerita atau dari sudut mana pengarang memandang ceritanya. Berikut ini beberapa sudut pandang yang dapat digunakan pengarang dalam bercerita.

a. Sudut pandang orang pertama, sudut pandang ini biasanya menggunakan kata ganti aku atau saya. Dalam hal ini pengarang seakan-akan terlibat dalam cerita dan bertindak sebagai tokoh cerita.

b. Sudut pandang orang ketiga, sudut pandang ini biasanya menggunakan kata ganti orang ketiga seperti dia, ia atau nama orang yang dijadikan sebagai titik berat cerita.

c. Sudut pandang pengamat serba tahu, Dalam hal ini pengarang bertindak seolah-olah mengetahui segala peristiwa yang dialami tokoh dan tingkah laku tokoh.

d. Sudut pandang campuran, (sudut pandang orang pertama dan pengamat serba tahu). Pengarang mula-mula menggunakan sudut pandang orang pertama. Selanjutnya serba tahu dan bagian akhir kembali ke orang pertama.

·        Sudut Pandang Pengarang Cerpen / Novel
1. Sudut Pandang Orang Pertama sebagai Pelaku Utama

Dalam sudut pandang teknik ini, si ”aku” mengisahkan berbagai peristiwa dan tingkah laku yang dialaminya, baik yang bersifat batiniah, dalam diri sendiri, maupun fisik, hubungannya dengan sesuatu yang di luar dirinya. Si ”aku”menjadi fokus pusat kesadaran, pusat cerita. Segala sesuatu yang di luar diri si ”aku”, peristiwa, tindakan, dan orang, diceritakan hanya jika berhubungan dengan dirinya, di samping memiliki kebebasan untuk memilih masalah-masalah yang akan diceritakan. Dalam cerita yang demikian,si ”aku” menjadi tokoh utama (first person central).
Contoh:
Pagi ini begitu cerah hingga mampu mengubah suasana jiwaku yang tadinya penat karena setumpuk tugas yang masih terbengkelai menjadi sedikit teringankan. Namun, aku harus segera bangkit dari tidurku dan bergegas mandi karena pagi ini aku harus meluncur ke Kedubes Australia untuk mengumpulkan berita yang harus segera aku laporkan hari ini juga.


2. Sudut Pandang Orang Pertama sebagai Pelaku Sampingan

Dalam sudut pandang ini, tokoh ”aku” muncul bukan sebagai tokoh utama, melainkan sebagai tokoh tambahan (first pesonal peripheral). Tokoh ”aku” hadir untuk membawakan cerita kepada pembaca, sedangkan tokoh cerita yang dikisahkan itu kemudian ”dibiarkan” untuk mengisahkan sendiri berbagai pengalamannya. Tokoh cerita yang dibiarkan berkisah sendiri itulah yang kemudian menjadi tokoh utama, sebab dialah yang lebih banyak tampil, membawakan berbagai peristiwa, tindakan, dan berhubungan dengan tokoh-tokoh lain. Setelah cerita tokoh utama habis, si ”aku”tambahan tampil kembali, dan dialah kini yang berkisah.
Dengan demikian si ”aku” hanya tampil sebagai saksi saja. Saksi terhadap berlangsungnya cerita yang ditokohi oleh orang lain. Si ”aku” pada umumnya tampil sebagai pengantar dan penutup cerita.
Contoh:
Deru beribu-ribu kendaraan yang berlalu-lalang serta amat membisingkan telinga menjadi santapan sehari-hariku setelah tiga bulan aku tinggal di kota metropolitan ini. Memang tak mudah untuk menata hati dan diriku menghadapi suasana kota besar, semacam Jakarta, bagi pendatang seperti aku. Dulu, aku sempat menolak untuk dipindahkan ke kota ini. Tapi, kali ini aku tak kuasa untuk menghindar dari tugas ini, yang konon katanya aku sangat dibutuhkan untuk ikut memajukan perusahaan tempatku bekerja.
Ternyata, bukan aku saja yang mengalami mutasi kali ini. Praba, teman satu asramaku , juga mengalami hal yang sama. Kami menjadi sangat akrab karena merasa satu nasib, harus beradaptasi dengan suasana Kota Jakarta.
“Aku bisa stress kalau setiap hari harus terjebak macet seperti ini. Apakah tidak upaya dari Pemkot DKI mengatasi masalah ini! Rasanya, mendingan posisiku seperti dulu asal tidak di kota ini!” umpatnya.


3. Sudut Pandang Orang Ketiga Serba tahu

Dalam sudut pandang ini, cerita dikisahkan dari sudut ”dia”, namun pengarang, narator dapat menceritakan apa saja hal-hal yang menyangkut tokoh ”dia” tersebut. Narator mengetahui segalanya, ia bersifat mahatahu (omniscient). Ia mengetahui berbagai hal tentang tokoh, peristiwa, dan tindakan, termasuk motivasi yang melatarbelakanginya. Ia bebas bergerak dan menceritakan apa saja dalam lingkup waktu dan tempat cerita, berpindah-pindah dari tokoh ”dia”yang satu ke ”dia” yang lain, menceritakan atau sebaliknya ”menyembunyikan” ucapan dan tindakan tokoh, bahkan juga yang hanya berupa pikiran, perasaan, pandangan, dan motivasi tokoh secara jelas, seperti halnya ucapan dan tindakan nyata.
Contoh:
Sudah genap satu bulan dia menjadi pendatang baru di komplek perumahan ini. Tapi, belum satu kali pun dia terlihat keluar rumah untuk sekedar beramah-tamah dengan tetangga yang lain, berbelanja, atau apalah yang penting dia keluar rumah.
“Apa mungkin dia terlalu sibuk, ya?” celetuk salah seorang tetangganya. “Tapi, masa bodoh! Aku tak rugi karenanya dan dia juga tak akan rugi karenaku.”
Pernah satu kali dia kedatangan tamu yang kata tetangga sebelah adalah saudaranya. Memang dia sosok introvert, jadi walaupun saudaranya yang datang berkunjung, dia tidak bakal menyukainya.


4. Sudut Pandang Orang Ketiga Sebagai Pengamat

Dalam sudut pandang ”dia” terbatas, seperti halnya dalam”dia”mahatahu, pengarang melukiskan apa yang dilihat, didengar, dialami, dipikir, dan dirasakan oleh tokoh cerita, namun terbatas hanya pada seorang tokoh saja atau terbatas dalam jumlah yang sangat terbatas. Tokoh cerita mungkin saja cukup banyak, yang juga berupa tokoh ”dia”, namun mereka tidak diberi kesempatan untuk menunjukkan sosok dirinya seperti halnya tokoh pertama.
Contoh:
Entah apa yang terjadi dengannya. Datang-datang ia langsung marah. Memang kelihatannya ia punya banyak masalah. Tapi kalau dilihat dari raut mukanya, tak hanya itu yang ia rasakan. Tapi sepertinya ia juga sakit. Bibirnya tampak kering, wajahnya pucat,dan rambutnya kusut berminyak seperti satu minggu tidak terbasuh air. Tak satu pun dari mereka berani untuk menegurnya, takut menambah amarahnya.

Reactions

Post a Comment

98 Comments

  1. thank`s ya atas kunjungannya...

    ReplyDelete
  2. Lumayan bermanfaat gan ^_^

    ReplyDelete
  3. Bermanfaat sekali trimakasih

    ReplyDelete
  4. Lumayan buat nambah ilmu hihi😄😉

    ReplyDelete
  5. Mksih info nya tem :)

    ReplyDelete
  6. Ini ada yang kurang. Maaf ada saran dari sayam orang ketiga diluar dan didalam cerita ya gan. Ini info dri saya. Trimss atas info juga diatas

    ReplyDelete
    Replies
    1. Maaf kalau ada yang kurang gan. Tapi setau saya hanya itu gan

      Delete
    2. Orang ketiga gak paham saya arti singkat nya apa yah tolong buat besok nih

      Delete
  7. Ini ada yang kurang. Maaf ada saran dari sayam orang ketiga diluar dan didalam cerita ya gan. Ini info dri saya. Trimss atas info juga diatas

    ReplyDelete
  8. Ini ada yang kurang. Maaf ada saran dari sayam orang ketiga diluar dan didalam cerita ya gan. Ini info dri saya. Trimss atas info juga diatas

    ReplyDelete
  9. Sangat membantu broooo makasih

    ReplyDelete
  10. thanks infonya ya guys....
    sangat bermanfaat... :)

    ReplyDelete
  11. Terima kasih, mas putu. Materinya sangat bermanfaat :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama-sama gan, terima kasih juga atas kunjungannya

      Delete
  12. Yg sudut pandangan org ke 2nya mana???

    ReplyDelete
  13. Yg sudut pandangan org ke 2nya mana???

    ReplyDelete
  14. Terima kasih banyak bro. 😃

    ReplyDelete
  15. Terima kasih banyak bro. 😃

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama-sama bro, semoga enjoy bacanya ya... :)

      Delete
  16. Bermanfaat bangett
    Makasih ya kak

    ReplyDelete
  17. Thx gan berkat ini saya jadi bisa ngerjain PR bahasa indonesia, sekali lagi Thx

    ReplyDelete
    Replies
    1. terima kasih juga atas kunjungannya gan. Senang bisa membantu juga

      Delete
  18. Maksih ka bermanfaat artikelnya. Senin aku US jdi kbntu deh buat belajar. Klo kaka bca doain ya ka ehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Maaf baru baca ya dik :D
      semoga nilainya selalu memuaskan ya...

      Delete
  19. Thanks,sangat membantu menghadapi UN besok :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama-sama gan, senang bisa membantu juga :)

      Delete
  20. Kakak, kalo Orang Ketiga Pelaku Utama itu gmn pengertiannya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tidak ada dik, karena sudut pandang orang ketiga itu menandakan bahwa orang tersebut hanya sebagai pengamat atau menjelaskan hampir keseluruhan jalannya cerita. Sedangkan "Pelaku utama" hanya ada pada sudut pandang orang pertama, karena tokoh "aku/saya" mendominasi jalannya cerita

      Delete
  21. Makasih gan, tolong juga yaa check web kami www.senjuryu.wordpress.com

    ReplyDelete
  22. Contoh novel atau cerpen sudut pandang campuran itu apa yaa? Thx

    ReplyDelete
  23. Thx yak lumayan bakal tugas sekolah :v

    ReplyDelete
  24. Kak,kalau pengertian orang pertama serbatahu itu gmna ya?mksh

    ReplyDelete
  25. Bermanfaat sekali artikel ini gan! Nambah nambah ilmu sekalian baca hehe..:b Recommended bgt dah....

    ReplyDelete
  26. Sangat bermanfaat bang, aku jadi bisa nambah-nambah ilmu dengan artikel ini.

    ReplyDelete
  27. Thanks. Makasih banyak, jadi terbantu buat UAS besok 😊

    ReplyDelete
  28. Makasih banyak kak pengetahuannya :)

    ReplyDelete
  29. Terimakasih broo lumayan mudah dipahami

    ReplyDelete
  30. Trimakasih broo cukup mudah di pahami dan masuk di pelajaran😇

    ReplyDelete
  31. untung ketemu web ini. kalau ga, gabakal tau sudut pandang itu apa hahaha

    ReplyDelete
  32. Thx ya gan akhirnya selesai juga tugasnya

    ReplyDelete
  33. Thanks kak atas informasinya .. sangat bermanfaat

    ReplyDelete
  34. Thanks kak, ini sangat membantu saya:)

    ReplyDelete
  35. makasih atas infonya bang
    moga makin sukses lagi ya
    amin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sudahkah kita dewasa ?

      Selengkapnya bisa dibaca di
      https://opini29.blogspot.com/2020/01/sudahkan-kita-dewasa.html

      Delete
  36. Makasih bang sangat bermanfaat

    ReplyDelete
  37. Sudahkah kita dewasa ?

    Selengkapnya bisa dibaca di
    https://opini29.blogspot.com/2020/01/sudahkan-kita-dewasa.html

    ReplyDelete
  38. TERIMA KASIH BANYAK KAK PENJELAANNYA SANGAT MEMBANTU

    ReplyDelete
  39. TERIMA KASIH ATAS ILMUNYA KAK

    ReplyDelete
  40. Kalau "kita" termasuk sudut pandang ke berapa?

    ReplyDelete